Pendidikan Otak Kanan

images1

Pernahkah anda menemui orang yang pintar dan cerdas namun susah bersosialisasi dengan lingkungannya…? Atau pernahkah anda menjumpai seorang anak dengan IQ tinggi, namun menolak ketika sang ayah mengajaknya ke luar rumah, dan lebih memilih ber”sosialisasi” dengan buku-bukunya? Manusia diberi anugerah organ otak yang luar biasa. Otak mempunyai dua bagian utama, yakni otak kanan dan otak kiri yang keduanya mempunyai perbedaan peran dan fungsi yang signifikan. Namun jika berbicara soal pendidikan tidak bisa dipungkiri pendidikan yang populer di negara kita adalah pendidikan yang mengakomodasi bagi otak kiri manusia saja. Di beberapa sumber ilmu psikologi disebutkan otak kiri adalah otak yang berpikir logis, sistematis, taat aturan. Namun otak kiri juga bersifat konservatif, kaku, membosankan, biasa-biasa saja, dan lain-lain. Paradigma berpikir sebagian orang tua siswa dan para pengajar bahwa siswa diperuntukkan untuk ”siap kerja” yang ”siap pakai” saja. Konsekuensinya, siswa yang lulus mempunyai cara berpikir yang kaku, kurang mampu mengembangkan daya kreativitas, bingung mengaplikasikan ilmu yang didapat di saat belajar dan lulus kerja yang terpikir hanyalah ”mencari kerja di tempat orang lain”. Jika dibandingkan siapa yang lebih mampu ”bertahan”, maka dengan tegas dikatakan bahwa manusia berotak kanan lebih mampu ”bertahan” daripada manusia berotak kiri. Dan inilah realita yang ada sekarang.

Kondisi di awal era ’70 sampai ’80-an dengan sekarang sangatlah berbeda. Perubahan perbedaan ini juga dialami dengan lapangan kerja yang ada sekarang. Serta pola kurikulum pendidikan yang tidak sesuai dengan kondisi lowongan kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan saat ini. Perlu diketahui bahwa kurikulum yang dipakai oleh kita adalah masih mengacu pada kurikulum kuno pada zaman penjajahan Belanda. Kurikulum seperti ini sangat cocok jika hanya diterapkan pada tahun ’70 sampai 80-an. Kenapa? Karena kurikulum seperti ini mencetak output hanya untuk siap jadi ”pekerja” yang siap pakai. Sedangkan pada era tersebut lowongan kerja sangat terbuka lebar. Sesuai perkembangan zaman, perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan pegawai yang berkemampuan otak kiri bagus namun lebih dari itu juga mampu menerapkan otak kanannya secara proporsional. Namun bukan berarti kemampuan otak kiri dikesampingkan, namun kenyataannya dalam kaitannya seseorang dengan melamar pekerjaan, otak kiri hanya ”berfungsi” sebagai syarat yang pertama saja. Sedangkan lama tidaknya seseorang itu mampu bertahan dilingkungan kerja dibuktikan dengan kemampuan otak kanannya. Berapa banyak lulusan yang mempunyai kemampuan IQ yang tinggi tidak mampu meningkatkan kariernya di perusahaan yang dia tempati.

Tidak berlebihan jika dikatakan pendidikan otak kanan lebih dibutuhkan oleh akademisi saat ini. Hal ini jika dikaitkan dengan kondisi ekonomi negara kita, maka diperlukan banyak pengusaha – penguasaha yang mempu bangkit untuk membangun ekonomi bangsa kita. Suatu realita yang ironis, bahwa lulusan kita banyak yang bekerja di perusahaan asing yang ada di Indonesia. Kenapa penulis mengatakan ironis? Karena sudah saatnya kita harus mengubah paradigma berpikir ”bekerja pada orang asing” lebih baik daripada ”menciptakan lapangan kerja sendiri”. Inilah yang menjadi masalah dunia pendidikan kita, sebuah paradigma berpikir yang agak ”menyimpang” yang harus dirubah. Sehingga diharapkan lulusan kita mampu menciptakan lapangan kerja sendiri di negaranya sendiri serta mampu menolong saudaranya sebangsa untuk bekerja. Sungguh kita merindukan kurikulum pelajaran ”empati”, yaitu bagaimana melatih anak agar mau peduli dan menolong sesama, sopan santun, etika, tanggungjawab, rasa malu dan akhlaq.

So, evaluasi OTAK KANAN anda sekarang juga!! Bagaimana dengan pendapat anda?🙂

Oleh : Azwar Rhosyied

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s