Pengelompokkan Kondisi Perumahan Kabupaten/Kotamadya di Jawa Timur Berdasarkan Data Susenas 2003

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia karena rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung tetapi juga berfungsi sebagai tempat tinggal lebih menonjol karena separuh hidup manusia akan dihabiskan di dalam rumah. Rumah adalah tempat terjadinya interaksi antar manusia dalam hal ini adalah anggota keluarga, hubungan interaksi yang baik akan tercipta apabila rumah tersebut memenuhi aspek kesehatan dan kenyamanan atau rumah tersebut layak huni dan masuk dalam kategori rumah sehat. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui pengelompokkan tentang bagaimana kondisi rumah yang terjadi di wilayah Jawa Timur dan ingin mengetahui variabel-variabel apa yang membedakan antar kelompok tersebut. Langkah pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah statistik deskriptif yang digunakan untuk mengetahui karakteristik dari tiap-tiap kabupaten yang ada di Jawa Timur, kemudian analisis komponen utama yang digunakan untuk menyusutkan variabel sehingga menjadi variabel baru dan diteruskan analisis faktor. Setelah analisis faktor kemudian dihasilkan score faktor yang nantinya akan digunakan pada analisis kelompok dan analisis diskriminan, dimana analisis diskriminan digunakan untuk mengetahui variabel-variabel yang membedakan antar kelompok. Pada analisis kelompok digunakan klusters hierarki dengan metode pautan lengkap. Dari analsisis komponen utama didapatkan 3 variabel baru yang dapat mewakili keseluruhan dari variabel asal. Kemudian dari analisa kelompok didapatkan 2 kelompok yaitu : Kelompok 1 : Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Trenggalek, Kab. Tulunganggung, Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Malang, Kab. Lumajang, Kab. Jember, Kab. Banyuwangi, Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo, Kab. Probolinggo, Kab. Pasuruan, Kab. Mojokerto, Kab. Jombang, Kab. Nganjuk, Kab. Madiun, Kab. Magetan, Kab. Ngawi, Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, Kab. Lamongan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, Kab. Sumenep, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinngo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun. Kelompok 2 : Kab. Sidoarjo, Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kota Surabaya. Sedangkan untuk variabel pembedanya adalah faktor 2 yang terdiri dari kondisi rumah dengan atap terluas adalah genting (X4), kondisi rumah dengan atap terluas adalah asbes/seng (X5), kondisi rumah dengan sumber air minum adalah air kemasan (X7), kondisi rumah dengan sumber air minum adalah ledeng (X8). Dari analisis yang sudah dilakukan maka peneliti dapat menyarankan bahwa pemerintah perlu mengupayakan adanya penyuluhan tentang kondisi rumah yang layak huni.

by : Trias Madyaningsih (1302 030 021)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s